Rabu, 02 Februari 2011

pendapat jabariyah,qadariyah,ahli sunnah tentang qada' & qadar

Hubungan ikhtiar dengan Qada dan Qadar
Pada uraian berikutnya telah dijelaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas qadha dan qadar Allah. Tetapi manusia juga di wajibkan untuk selalu berusaha sesuai dengan kemampuannya, untuk mengubah keadaan dan nasibnya. Sebagaimana firman Allah SWT.
. Yang artinya:
Sesungguhnya Allah tidak mengubahkeadan suatu kaum, sehingga mereka (berusaha( nengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.(QS. Ar Radu:11)
Penjelasan di atas menunjukan adanya hubungan antara takdir Allah dengan ikhtiar manusia. Sebagian yang terjadi pada manusia ada yang tidak dapat di hindarkan atau dielakkan, misalnya ketetapan kapan dan dimana ia akan lahir, berkelamin lelaki atau perempuan, kapan dan dimana ia akan meninggal dan sebagainya. Tetapi manusia juga mengetahui bahwa sebagian yang terjadipada dirinya ada penyebabnya, seperti rajin belajar akan menyebabkan pandai, berusaha dan bekerja keras akan mendapatkan hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan sebagainya.
Dengan demikian manusia tidak haya sekedar menunggu ketentuan takdir, tetapi ia juga diberikan kebebasan bahkan diharuskan untuk berbuat dan berikhtiar. Meskipun dalam berikhtiar ia memilih jalan yang baik atau jahat, semua itu pada akhirnya tetap dalam takdir Alllah SWT.
Sesebagian ahli aqidah ada yang membagi qadar menjadi dua bagian yaitu :
1. Qadar Mubram, adalah ketentuan Allah yang tidak dikaitkan dengan ikhtiar manusia.
2. Qadar Muallaq, adalah ketentuan Allah yang dikaitkan dengan usaha manusia.
Pendapat yang menyatakan adanya pembagian qadar berdasarkan firman Allah SWT.:

Yang artinya:
Allah menghapuskan apa yang ia kehendaki dan menetapka (apa yang ia kehendaki). Dan disisiNyalahterdapat Ummul Kitab(Lauh Mahpuzh) (QS.Ar Radu :39)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar